Category Archives: Uncategorized

BERBAHAGIALAH WAHAI ORANG YANG SAKIT

berbahagia-ketika-sakit-tiba-webDi dalam roda kehidupan senantiasa berputar antara; suka dengan duka, kaya dengan miskin, dan sehat dengan sakit. Sesehat apapun manusia pada saatnya ia akan mengalami sakit, dan sekuat apapun manusia pada saatnya tentu akan merasakan sakit pula. Bagi seorang muslim dan muslimah sakit yang dideritanya sebenarnya merupakan “kenikmatan” yang memiliki keutamaan dan akan membawa banyak kebaikan kepadanya, jika disikapi dengan bijak. Di dalam buku ini akan dibahas tentang keutamaan sakit bagi seorang muslim dan  dijelaskan pula bagaimana seharusnya sikap bijak seorang muslim ketika mengalami sakit. Semoga buku ini dapat menjadi sebuah pelipur lara bagi seorang muslim yang diuji dengan sakit.

[Selengkapnya silahkan baca PDF di Bawah ini]

148. Berbahagia, Ketika Sakit Tiba (PDF)

Advertisements

Etika Mencari Nafkah

adab-mencari-rizki-webTidak ada suatu makhluk bernywa pun yang hidup di bumi, kecuali Allah Subahanahu wa Ta’ala telah menentukan rizkinya. Suatu jiwa tidak akan pernah meninggal dunia hingga menghabiskan seluruh rizki yang telah ditetapkan baginya. Seorang muslim yang berusaha dengan sungguh-sungguh dalam mencari rizki dan benar-benar bertawakkal kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala, niscaya Allah Subahanahu wa Ta’ala akan memberikan rizki kepadanya. Buku saku ini akan membahas tentang motivasi seorang muslim untuk mencari rizki dan adab-adab di dalam mencari rizki. Semoga buku saku ini bermanfaat bagi para pembaca. Dan semoga Allah Subahanahu wa Ta’ala memudahkan jalan rizki kita.

[Selengkapnya silahkan baca PDF di Bawah ini]

151. Adab Mencari Rizki (PDF)

Terapi Penyakit Hati

obat-penawar-hati-web1Di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang ia merupakan pusat kebaikan atau keburukan. Segumpal daging tersebut yang akan mengomando seluruh perbuatan anggota badan. Segumpal daging tersebut adalah hati. Maka hendaknya seorang muslim dan muslimah senantiasa berupaya untuk membersihkan dan menyucikan hatinya dari hal-hal yang buruk, agar ia mendapatkan kebahagiaan dan keberuntungan. Buku saku ini akan membahas tentang obat penawar untuk hati yang sakit. Semoga kehadiran buku ini bermanfaat bagi segenap kaum muslimin.

[Selengkapnya silakan baca PDF di bawah ini]

90. Obat Penawar Hati (PDF)

BERMUHASABAHLAH UNTUK PERSIAPAN KE AKHIRAT

Kita diperintahkan beramal kontinu atau rutin walau perlahan-lahan. Inilah yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Hanzhalah, di mana Hanzhalah salah seorang sahabat yang menjadi juru tulis Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beramal yang kontinu walau sedikit ini adalah amalan yang paling disukai Allah. Juga kisah Hanzhalah berikut mengajarkan pada kita untuk rajin-rajin muhasabah atau introspeksi diri.

 عَنْ حَنْظَلَةَ الأُسَيِّدِىِّ قَالَ – وَكَانَ مِنْ كُتَّابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ – لَقِيَنِى أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ كَيْفَ أَنْتَ يَا حَنْظَلَةُ قَالَ قُلْتُ نَافَقَ حَنْظَلَةُ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ مَا تَقُولُ قَالَ قُلْتُ نَكُونُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ حَتَّى كَأَنَّا رَأْىَ عَيْنٍ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَافَسْنَا الأَزْوَاجَ وَالأَوْلاَدَ وَالضَّيْعَاتِ فَنَسِينَا كَثِيرًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ فَوَاللَّهِ إِنَّا لَنَلْقَى مِثْلَ هَذَا. فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْرٍ حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قُلْتُ نَافَقَ حَنْظَلَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « وَمَا ذَاكَ ». قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَكُونُ عِنْدَكَ تُذَكِّرُنَا بِالنَّارِ وَالْجَنَّةِ حَتَّى كَأَنَّا رَأْىَ عَيْنٍ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِكَ عَافَسْنَا الأَزْوَاجَ وَالأَوْلاَدَ وَالضَّيْعَاتِ نَسِينَا كَثِيرًا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنْ لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِى وَفِى الذِّكْرِ لَصَافَحَتْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى فُرُشِكُمْ وَفِى طُرُقِكُمْ وَلَكِنْ يَا حَنْظَلَةُ سَاعَةً وَسَاعَةً ». ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

Dari Hanzholah Al Usayyidiy -beliau adalah di antara juru tulis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam-, ia berkata, “Abu Bakr pernah menemuiku, lalu ia berkata padaku, “Bagaimana keadaanmu wahai Hanzhalah?” Aku menjawab, “Hanzhalah kini telah jadi munafik.” Abu Bakr berkata, “Subhanallah, apa yang engkau katakan?” Aku menjawab, “Kami jika berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami teringat neraka dan surga sampai-sampai kami seperti melihatnya di hadapan kami. Namun ketika kami keluar dari majelis Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami bergaul dengan istri dan anak-anak kami, sibuk dengan berbagai urusan, kami pun jadi banyak lupa.” Abu Bakr pun menjawab, “Kami pun begitu.”

Kemudian aku dan Abu Bakr pergi menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, jika kami berada di sisimu, kami akan selalu teringat pada neraka dan surga sampai-sampai seolah-olah surga dan neraka itu benar-benar nyata di depan kami. Namun jika kami meninggalkan majelismu, maka kami tersibukkan dengan istri, anak dan pekerjaan kami, sehingga kami pun banyak lupa.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda, “Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya kalian mau kontinu dalam beramal sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan kalian terus mengingat-ingatnya, maka niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidurmu dan di jalan. Namun Hanzhalah, lakukanlah sesaat demi sesaat.” Beliau mengulanginya sampai tiga kali. (HR. Muslim no. 2750).

Beberapa faedah dari hadits di atas:

1- Dianjurkan bertanya pada saudara kita sesama muslim mengenai keadaannya.

2- Sudah sepantasnya bagi seseorang untuk mendekatkan dirinya pada Allah dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.

3- Boleh mengucapkan “subhanallah” karena takjub pada sesuatu.

4- Seorang yang berilmu hendaklah mendorong yang didakwahi untuk selalu memperhatikan hatinya dan bagaimana cara memenejnya.

5- Terlalu tersibukkan dengan dunia benar-benar akan membuat kita lupa akan alam akhirat. Namun siapa yang bisa memenej hatinya dan tidak terlalu tersibukkan dengan kenikmatan dunia, maka dialah yang nanti akan selamat.

6- Keadaan hati manusia bisa berubah dari satu keadaan ke keadaan yang lain.

7- Manusia tidak bisa melihat malaikat dalam wujud aslinya di dunia.

8-  Kontinu dalam beramal menjadi sifat para malaikat dan sifat ini adalah sifat yang terpuji.

9- Hendaklah setiap muslim pintar membagi waktunya, yaitu ada waktu untuk bermunajat dengan Allah, ada waktu untuk mengintrospeksi diri, ada waktu yang digunakan untuk merenungkan nikmat Allah, juga waktu untuk mengurus hajat makan dan minumnya.

10- Islam adalah agama yang pertengahan antara sikap berlebihan dan memandang remeh, juga pertengahan dalam hal memperhatikan maslahat dunia dan akhirat, begitu pula pertengahan dalam memperhatikan lahiriyah dan perihal batin.

11- Yang disebut munafik asalnya adalah menampakkan sesuatu yang berbeda dengan kejelekan yang ada di batin. Inilah bentuk kemunafikan yang dikhawatirkan Hanzhalah. Lalu yang disebutkan oleh Hanzhalah tidaklah disebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai munafik.

Hanya Allah yang beri taufik.

Referensi:

Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Abu Zakariya Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibn Hazm, cetakan pertama, tahun 1433 H, 14: 60-62.

Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhis Sholihin, Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilali, terbitan Dar Ibnil Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 1: 204-205.

(Isi disalin dari: https://rumaysho.com/3536-beramallah-yang-rutin-dan-rajin-muhasabah-diri-nasehat-pada-hanzhalah.html)

KENALI POTENSI ANDA

show potentialTahukan Anda bahwa kita semua terlahir membawa potensi masing-masing? Potensi yang saya maksud adalah merupakan sebuah kemampuan atau bakat terpendam. Dengan mengetahui potensi ini Anda, terutama yang mau berusaha mencari pekerjaan yang cocok atau mau memaksimalkan bakat Anda sehingga membuahkan hasil yang berlipat-ganda.

Anda mau tahu?

Silahkan Anda unduh “Instrumen Temukan Potensi” (file excel) di bawah ini kemudian jawablah semua pertanyaan di dalam file tersebut dengan sebenar-benarnya menurut keadaan diri pribadi Anda sendiri. Kemudian, file tersebut yang sudah dilengkapi dengan identitas Anda (kejujuran amat membantu penggalian potensi ini)  dikirim melalui email Anda ke erlan2570@gmail.com.

Insya Allah semua email akan dibalas.

Ini instrumen untuk mengenal potensi Anda

 

Kerja Besar untuk Pendidikan

Mengikuti alur pemikiran Presiden Jokowi yang mengajak para menterinya dan segenap rakyat mewujudkan visi-misi kepemerintahannya dengan kata-kata “kerja, kerja, dan kerja”, maka dalam pembangunan di bidang pendidikan kerja itu besar sekali, mungkin luar biasa besarnya.

Dikatakan besar karena bukan hanya besar pada kapasitas dan kualitas kerjanya pada kementerian pendidikan namun juga pada semua kementerian; bukan hanya pada tanggung jawab pemerintah tapi secara moral juga tanggung jawab semua pihak. Artinya bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan kepedulian yang besar dari semua elemen bangsa. Konsekuensinya pemerintah harus menampung aspirasi dari semua pihak untuk membantu pendidikan; tidak boleh membiarkan banyak orang mengurusi pendidikan sendiri-sendiri. Namun negara menggerakkan semua insan Indonesia, atau, seperti yang disebutkan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan di sebuah harian nasional, negara menumbuhkan gerakan rakyat.

Gerakan rakyat ini sebenarnya sudah bisa ditumbuhkan di awal era reformasi, mengingat era ini dikatakan sebagai era bebas bersuara, berserikat dan berkumpul. Namun, apa yang terjadi ternyata pendidikan kita semakin terpuruk. Apakah kita melihat semakin maraknya tindak pidana korupsi dilakukan oleh orang yang tak terdidik? Apakah kita melihat trend tawuran di kalangan pelajar semenjak orde baru sampai sekarang semakin menurun? Apakah minat baca orang Indonesia dibandingkan negara lain sudah dinilai bagus oleh Badan Dunia? Apakah lulusan sekolah dan perguruan tinggi sudah bisa bersaing secara global dengan negara lain? Apakah fasilitas sekolah kita sudah memadai dan merata di seluruh penjuru tanah air? Apakah kompetensi dan kinerja guru sudah bisa dikatakan layak melayani peserta didik? Apakah nasib guru sudah membaik, sudah dapat hidup layak di negeri ini, sudah diapresiasi setinggi-tingginya sehingga guru bisa berkreasi dan berinovasi? Apakah orang tua sudah mau mendukung sepenuhnya terhadap pendidikan anaknya di sekolah? Mana yang lebih dihargai orang tua, nilai yang diberikan guru atau nilai Ujian Nasional? Mana yang bisa memberikan kebanggan orang tua, ijazah sekolah tinggi atau skill (kecakapan) yang tinggi? Apakah suasana sekolah sudah menyenangkan bagi siswa? Apakah kita sadar, perundungan (bullying) semakin banyak terjadi antara peserta didik di sekolah dan perguruan tinggi? Apakah kita sadar, tindak kriminal yang melanda peserta didik, seperti pelecehan seksual dan pemerkosaan cenderung meningkat?

Masih banyak indikator yang bisa kita ungkapkan untuk mengukur sejauh mana keberhasilan atau keterpurukan pendidikan di negeri tercinta ini. Namun, dalam tulisan ini cukuplah pertanyaan yang disebutkan di atas sebagai pemicu kesadaran kita bahwa pendidikan kita membutuhkan kerja besar. Perekat bangsa agar bisa memulai kerja besar ini sudah ada sebelum kemerdekaan. Semboyan kerjanya pun sudah kita kenal. Patokannya telah terpancang. Apa itu? Bapak Pendidikan kita telah mengemukannya, yakni “Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani” (Di depan memberikan keteladanan, di tengah memberikan bimbingan, di belakang memberikan dorongan).

Memang titik sentral dalam pendidikan adalah guru. Pak Anies menegaskan hal ini dalam sambutannya pada HGN (Hari Guru Nasional) tanggal 25 November 2014 yang lalu. Semboyan itu mau tak mau memang harus dijalankan oleh guru baik di sekolah maupun di luar sekolah.  Itulah yang dimaksud bahwa guru adalah yang ditiru dan digugu. Namun, apakah usaha dan kerja guru bisa mendatangkan hasil yang maksimal bagi pendidikan anak bangsa kita dalam konteks kekinian?

Guru perlu didukung oleh orang tua murid agar semua arahan, nasehat, pengajaran pada anak mereka dapat diserap dan tertanam dengan baik pada diri anak-anak mereka; agar semua tugas yang diberikan guru dapat dipahami dan dilaksanakan anak mereka di rumah. Guru perlu didukung oleh dunia kerja agar ilmu dan keterampilan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau instansi yang dituju lulusan pendidikan. Guru perlu didukung oleh media massa baik cetak ataupun elektronik agar informasi yang tersedia bisa memuaskan kebutuhan mereka dan peserta didik terhadap materi ajar dan media pembelajaran, bebas dari informasi negatif yang meracuni pemikiran dan meliarkan nafsu berahi, bersih dari bacaan atau tayangan yang memicu kekerasan dan provokasi.

Jadi kerja besar harus dilaksanakan oleh bangsa ini mulai dari setiap keluarga, segala lapisan masyarakat dan semua lini usaha dan instansi agar generasi emas dapat terwujud.

Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) Ke-21 Tahun 2013

lomba guru

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan Lomba Kreatifitas Ilmiah Guru (LKIG) Ke-21 Tahun 2013. LKIG adalah ajang lomba kreatifitas bagi guru dalam upaya pengembangan proses pembelajaran guna mempermudah pemahaman ilmu pengetahuan bagi para peserta didik.

TINGKAT DAN BIDANG LOMBA

  • Guru SD/sederajat: umum (salah satu pelajaran)
  • Guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat: 2 Bidang yaitu Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) dan Bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi (MIPATek)

RANGKAIAN KEGIATAN

  • 30 September 2013 : Registrasi Peserta dan Setting Pameran
  • 1 Oktober 2013 : Pameran Finalis
  • 2 Oktober 2013 : Presentasi Finalis dan Penganugerahan Pemenang
  • 3 Oktober 2013 : Kepulangan Peserta

HADIAH

Pemenang akan mendapatkan piala dan piagam penghargaan dari LIPI serta uang tunai.

PERSYARATAN

  1. Peserta adalah guru yang mengajar pada lembaga pendidikan formal.
  2. Belum pernah menjadi pemenang LKIG dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
  3. Sistematika Penulisan : Abstrak, Pendahuluan, Metodologi, Isi/Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar Pustaka.
  4. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diketik HVS A4, berjarak 1½ spasi dengan jenis huruf Arial ukuran 11.
  5. Karya ilmiah harus asli (bukan jiplakan/plagiat) dan belum sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis tingkat nasional.
  6. Jumlah halaman karya ilmiah maksimal 25 halaman (termasuk sketsa/gambar/foto).
  7. Melampirkan rekomendasi Kepala Sekolah dan Daftar Riwayat Hidup (nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat rumah dan sekolah/instansi, telepon/HP, serta email).
  8. Format judul, abstrak, surat rekomendasi dan daftar riwayat hidup dapat diunduh melalui situs LKIG 2013 http://kompetisi.lipi.go.id/lkig21/.
  9. Peserta mendaftar dan mengunggah karya tulis melalui situs http://kompetisi.lipi.go.id/lkig21/.
  10. Karya ilmiah dikirimkan secara elektronik diterima oleh panitia selambat-lambatnya tanggal 21 Agustus 2013.
  11. Panduan dan informasi lomba dapat dilihat melalui situs LKIG 2013.
  12. Pengumuman finalis dapat dilihat melalui situs LKIG 2013 pada tanggal 18 September 2013.
  13. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.

KONTAK

Panitia LKIG ke-21 Tahun 2013
Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10
Jakarta Selatan 12710
Telp (021) 5225711 ext. 1276, 1273, 1274
Fax. (021) 5251834, 52920839

Tugas untuk Mata Kuliah Syntax

Directions:
1. Determine which words belong to Subject and Predicate.
2. Underline each of the words in the following sentences and then label it under the line with N (noun), V (verb), Adv (adverb), Adj (adjective), P (preposition), Pro (pronoun) and Det (determiner)
3. Jawaban ditulis di kertas HVS ditulis tangan atau diketik dan dikumpul paling lambat tanggal Senin 12 November 2012 jam 12.00
Example: She talked to him angrily.
Answer: 1). Subject: She
Predicate: talked to him angrily
2)

 

 

 

Questions:

1) I don’t think I’m going to get a good grade.
2) Because I didn’t study.
3) She got angry and shouted at the teacher.
4) Which wasn’t a very good idea.
5) He watched TV for an hour and then went to bed.
6) After falling asleep on the sofa.

Manajemen Waktu: Apa yang Paling Penting?

Coba bayangkan….

Anda sedang berdiri di dalam sebuah jam pasir besar dengan butiran pasirnya yang terbuat dari emas. Pasir di bagian atas jam tersebut mulai menyusut sedikit demi sedikit, sampai akhirnya tak ada pasir yang tersisa.

Sementara, di bagian bawah Anda sudah terkubur dengan pasir tersebut. Anda sudah terkubur oleh berbagai tugas dan pekerjaan.

Ini bisa menjadi ilustrasi bahwa kurangnya waktu adalah musuh kita dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.

Dua puluh empat jam bukanlah waktu yang cukup bagi banyak orang untuk melakukan semua yang telah terjadwal. Karena itu, sangat disarankan untuk melakukan tugas sesuai dengan prioritas.

Anda bisa mencoba untuk memprioritaskan atau memanajemen waktu dengan 4 hal berikut:

1. Hal yang penting dan mendesak
2. Hal yang tidak penting tapi mendesak
3. Hal yang tidak mendesak tapi penting
4. Hal yang tidak penting dan tidak mendesak

1. Penting dan Mendesak

Pekerjaan semacam ini adalah pekerjaan yang harus segera diselesaikan, dan jika tidak, maka Anda harus menghadapi konsekuensinya. Misalnya saja tagihan listrik yang harus segera dibayar hari ini. Jika Anda tidak membayar tagihan tepat waktu, Anda bisa didenda. Tugas yang masuk dalam kategori ini bukanlah hal yang bisa ditunda. Anda harus membuatnya menjadi prioritas utama.

Kabar baiknya, Anda bisa mendelegasikan tugas pada orang lain untuk pekerjaan tertentu, seperti misalnya berbelanja untuk keperluan hari itu juga. Jika Anda harus mengeluarkan uang untuk hal ini, keluarkan saja. Sebab, orang-orang kaya adalah orang yang menganggap waktu lebih penting daripada uang.

2. Tidak Penting Tapi Mendesak

Penting tidaknya pekerjaan dalam kategori ini sebenarnya tergantung dari masing-masing orang. Misalnya, suatu diskon selama 3 hari mungkin mendesak bagi seseorang, dan tidak mendesak bagi orang lain yang tidak membutuhkan barang yang didiskon tersebut. Atau, hal seperti ini mungkin juga menjadi mendesak bagi seseorang, padahal barangnya tidak dibutuhkan.

Lalu bagaimana Anda bisa menentukan apakah sesuatu mendesak atau tidak?

Anda bisa mempertimbangkan tentang dampak negatif apa yang mungkin terjadi jika Anda tidak melakukan pekerjaan itu. Kalau misalnya tidak akan ada apa-apa yang terjadi jika Anda melewatkan diskon 3 hari tersebut, sebaiknya lewati saja.

3. Tidak Mendesak Tapi Penting

Anda mungkin sering menunda tugas yang termasuk dalam kategori ini, padahal kategori inilah yang harusnya mendapat perhatian lebih.

Bahaya dari menunda tugas yang berada dalam kategori ini adalah, Anda justru melakukan sesuatu yang Anda anggap mendesak, padahal kenyataannya tidak. Inilah yang akan membuang waktu Anda.

Contohnya, bukannya berusaha untuk meningkatkan penjualan dan meminimalisasi biaya dalam bisnis, Anda justru menghabiskan waktu untuk menyenangkan pelanggan (yang padahal bisa dilakukan oleh orang lain. Atau lebih buruk lagi, Anda bisa menunda-nunda tugas Anda, sampai Anda sadar bahwa tugas Anda penting.

Berikan prioritas tinggi untuk kategori ini. Mungkin hasilnya tidak bisa segera Anda rasakan, tapi untuk jangka panjang ini akan sangat bermanfaat.

4. Tidak Mendesak dan Tidak Penting

Mungkin Anda pikir aktivitas yang berada dalam kategori ini hanya-buang waktu saja. Tapi coba pikirkan kembali. Kenyataanya, banyak orang justru menghabiskan waktu untuk melakukan aktivitas dalam kategori ini, yaitu yang tidak mendesak dan tidak penting. Misalnya saja menonton TV, bermain game, ngerumpi, dan lain lain.

Tentu saja, meluangkan waktu untuk bersantai itu penting. Seperti kata orang,

”All work and no play makes Jack a dull boy,” – kalau Anda hanya bekerja saja, maka Anda bisa menjadi orang yang membosankan.

Tapi, sebaiknya Anda membatasi aktivitas seperti ini; itu jika Anda ingin mewujudkan banyak hal dalam hidup.

Perlakukanlah aktivitas dalam kategori ini dengan prioritas yang paling rendah. Jika Anda benar-benar ingin berhasil, maka batasilah waktu untuk melakukan hal dalam kategori ini, dan fokuslah pada aktivitas yang dapat membuat Anda bisa mengembangkan diri dan juga memberi Anda hasil.

Sumber: http://www.justelsa.com

Khutbah Jum’at: “Fitnah Akhir Zaman”

Berhati-hatilah, wahai kaum muslimin terhadap berbagai fitnah akhir zaman. Berhati-hatilah dari fitnah-fitnah dan jauhilah. Sesungguhnya, apabila fitnah telah muncul dan bertebaran, ia akan membinasakan semuanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لاَتُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan takutlah kepada fitnah yang tidak hanya menimpa orang yang zhalim di antara kalian semata dan ketahuilah, bahwa Allah memiliki adzab yang sangat pedih.” (QS. Al-Anfal: 25)

KHUTBAH JUM’AT PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ و كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Ikhwani fiddin rahimakumullah,

Bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hati-hatilah terhadap fitnah, baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Berhati-hatilah terhadap hal-hal yang bisa memalingkan dirimu dari agamamu baik itu harta, keluarga, ataupun anak. Allah berfirman,

وَاعْلَمُوا أَنَّمَآ أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Dan ketahuilah bahwa bahwasanya harta-harta kalian, dan anak-anak kalian, adalah fitnah dan sesungguhnya di sisi Allah terdapat pahala yang agung.” (QS. Al-Anfal: 28)

Berhati-hatilah terhadap fitnah perkataan dan amalan, fitnah aqidah serta pemikiran-pemikiran sesat dan juga kenyataan yang buruk. Karena iu semuanya dapat memalingkan dirimu dari agamamu, dan dapat mendatangkan kehancuran bagimu.

Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan kepada umatnya, tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi hingga hari kiamat. Dengan kasih-sayangnya. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang fitnah-fintah akhir zaman, agar ummat berhati-hati dan selalu bertakwa, serta kembali berpegang teguh dengan sesuatu yang dilakukan oleh para pendahulu. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan tentang fitnah-fitnah dalam agama. Beliau bersabda,

باَدِرُوْا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ الْلَيْلِ المُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِيْ كَافِرًا أَوْ يُمْسِيْ مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيْعُ دِيْنَهُ بِعَرَضِ مِنَ الدُّنْيَا

Segeralah kalian beramal shalih (sebelum datang) fitnah, seperti malam yang gelap. Seorang pada pagi harinya dalam keadaan beriman, kemudian pada sore harinya menjadi kafir. Atau pada sore harinya dalam keadaan beriman, pagi harinya menjadi kafir, dia menjual agamanya dengan benda-benda dunia.” (HR. Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengabarkan tentang fitnah kebodohan, kerakusan, dan kekacauan. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيُقْبَضُ العِلْمُ وَتَظْهَرُ الفِتَنُ وَيُلْقَى الشُحُّ وَيَكْثُرُ الهَرْجُ قَالُوْا وَمَا الهَرْجُ قَالَ القَتْلُ

Zaman semakin dekat, ilmu dicabut, muncul fitnah-fitnah, tersebar kebakhilan-kebakhilan, banyak terjadi al haraj. Para sahabat bertanya, ‘Apakah al haraj itu, ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, ‘Pembunuhan.’” (Muttafuqn ‘alaih).

Ikhwani fiddin,

Sungguh, ilmu telah dicabut dan sangat sedikit para ulama. Ilmu yang hakiki adalah ilmu yang bermanfaat, yang akan menjadikan pemiliknya suri tauladan di dalam kebaikan, kezuhudan, kewara’an, dan dalam mengikuti sunah Rasulullah, para sahabatnya, dan para khulafaurrasyidin.

Sungguh, telah muncul bermacam fitnah dari berbagai sisi; muncul celaan-celaan terhadap Islam, muncul orang-orang yang memberikan keraguan-keraguan di dalam agama Islam, dan menjadikan manusia berpaling darinya, sehingga tercabutlah kecintaan para pemeluknya. Ini merupakan suatu musibah yang besar.

Marilah kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari fitnah-fitnah ini, dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita keteguhan serta kemantapan dalam menempuh jalan lurus ini.

Suatu ketika Hudzaifah radhiallahu’anhu bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai, Rasulullah. Apakah setelah kebaikan Islam ini akan timbul kejelekan?” Beliau menjawab, “Ya.” Hudzaifah kembali bertanya, “Apakah setelah kejelekan itu ada kebaikan?” Beliau menjawab, “Ya. Akan tetapi, di dalamnya ada dahkhn.” (Rasulullah ditanya), “Apakah dakhn itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Satu kaum yang mengambil sunah selain dari sunnahku, dan mengambil petunjuk selain dari petunjukku. Kalian mengetahui hal itu dari mereka dan kalian mengingkari mereka.” Hudzaifah bertanya, “Apakah setelah itu akan ada kejelekan?” Beliau menjawab, “Ya. (yaitu) dai-dai yang berdiri di pinggir pintu-pintu Jahannam, barangsiapa yang menerima ajakan mereka, akan dicampakkan ke dalamnya.” Hudzaifah bertanya, “Wahai, Rasulullah. (Gambarkanlah) sifat mereka untuk kami.” Rasulullah menjawab, “Mereka adalah orang seperti kita dan berbicara dengan bahasa kita.” (Al Hadis).

Sungguh, telah tertanam pada diri para hamba sifat bakhil dan tamak, sehingga banyak di antara mereka yang menolak untuk membayar zakat dan nafkah yang wajib. Banyak orang yang tamak dan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan sesuatu yang sebenarnya ia tidak berhak, sehingga banyak kekacauan dan pembunuhan.

Ikhwani fiddin rahimakumullah,

Di antara fitanh yang besar, yaitu diangkatnya amanah dari pundak-pundak manusia, sehingga hampir tidak kita dapatkan orang yang betul-betul menunaikan amanahnya. Rasulullah bersabda, yang artinya, “Seorang laki-laki tidur sejenak, sehingga diangkat amanah dari hatinya.” Beliau berkata, “Dan manusia terus melakukan jual beli, dan hampir tidak ada di antara mereka yang menunaikan amanah, maka dikatakan, Sesungguhnya di tempat Bani Fulan terdapat orang yang maanah,” dan dikatakan tentang orang ini, alangkah berakalnya ia, alangkah beruntungnya ia, alangkah kuatnya ia; padahal di dalam hatinya tidak ada keimanan, (meskipun) seberat biji dzarrah”. (Muttafaqun alaih)

Benarlah apa yang dikabarkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa telah diambil sifat amanah dari hati manusia, sehingga kita lihat hampir tidak ada orang yang betul-betul amanah.

Telah datang seorang Badui kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Kapankah hari kiamat akan terjadi?” Beliau menjawab dengan sabdanya,

فَإِذَا ضُيِّعَتِ الأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا إِذَا وَسَدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَاعَةَ

Apabila telah disia-siakannya amanah, maka tunggulah hari kiamat! Orang tersebut kembali bertanya, ‘Bagaimana disia-siakannya, wahai Rasulullah?’ beliau menjawab, ‘Apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tungguhlah hari kiamat.’” (HR. Bukhari)

Ikhwani fiddin,

Demikian pula dengan kepemimpinan, ia merupakan satu amanah yang besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَتِهِ

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban terhadap apa yang pimpin.”

Pemimpin yang adil dan shalih merupakan dambaan seluruh rakyat, tentunya ia seorang sosok yang betul-betul paham terhadap hak dan kewajibannya, serta paham terhadap apa yang harus dilakukannya dalam membimbing masyarakat, yakni agar menjadi masyarakat yang mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi tatkala kepemimpinan dibebankan kepada orang yang sama sekali bukan ahlinya, maka yang akan timbul hanyalah kekacauan, tidak stabilnya kehidupan bermasyarakat, serta jauhnya dari rahmat dan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian, di antara fitnah yang besar, yaitu fitnah harta. Sangat sedikit manusia yang selamat dari fitnah ini. Hanya sedikit saja yang mendapatkannya dengan cara yang halal, dan kemudian membelanjakannya di jalan yang benar. Sebagian mendapatkannya dengan berbagai cara, walaupun menggunakan jalan yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَايُبَالِ المَرْءُ بِمَا أَخَذَ المَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

Sungguh akan datang suatu zaman, yaitu seseorang tidak lagi memikirkan dari mana ia mendapatkan hartanya, apakah dari jalan yang halal ataukah yang haram.” (HR. Bukhari)

Sungguh benar sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam manusia tidak lagi memerdulikan tentang hartanya, dari mana ia mendapatkannya. Seolah-olah mereka hidup hanyalah untuk mengumpulkan harta dan kenikmatan-kenikmatan dunia, meskipun harus dengan cara berbuat curang, atau berdusta, atau dengan korupsi, dan yang lainnya. Manusia tidak lagi ingat, bahwasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghisab dan meminta pertanggungjawabannya.

Maka, berhati-hatilah, wahai kaum muslimin. Berhati-hatilah dari fitnah-fitnah ini dan jauhilah. Sesungguhnya, apabila fitnah telah muncul dan bertebaran, ia akan membinasakan semuanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لاَتُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan takutlah kepada fitnah yang tidak hanya menimpa orang yang zhalim di antara kalian semata dan ketahuilah, bahwa Allah memiliki adzab yang sangat pedih.” (QS. Al-Anfal: 25)

Zainab Ummul Mukminin berkata, “Suatu ketika, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam terbangun dari tidurnya dengan wajah kemerah-merahan. Beliau berkata,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرِّ قَدِ اقْتَرَبَ فُتِحَ اليَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ مِثْلُ هَذِهِ وَحَلَّقَ بِإِصْبَعِهِ الإِبْهَامُ وَالَّتِيْ تَلِيْهَا قَالَتْ زَيْنَبُ بِنْتُ جَحْشٍ فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَنَهْلِكُ وَفِيْنَا الصَالِحُوْنَ قَالَ نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الخَبَثُ

Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Celaka bagi orang-orang Arab. Keburukan telah mendekat. Sungguh telah dibuka pada hari ini benteng Ya’juj dan Ma’juj seukuran sekian.” Beliau melingkarkan jempol dan jari telunjuknya, maka aku (Zainab) bertanya kepada beliau, “Apakah kita akan binasa dan di sekeliling kita masih ada orang yang shalih?” Beliau menjawab, “Ya, apabila telah tersebar kekejian.” (HR. Bukhari)

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله لِي وَ لَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ, فَا سْتَغْفِرُوْهُ أَنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

KHUTBAH JUM’AT KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ

Ikhwanifiddin arsyadakumullah wa iyyakum,

Fitnah akan terus ada sampai hari kiamat nanti. Dan dengan kasih-sayangnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan solusi kepada umatnya, agar terhindar dari fitnah tersebut. Yaitu dengan meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan, agar kita selalu meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari empat macam fitnah, yaitu: dari fitnah api neraka jahannam, fitnah adzab kubur, dari fitnah kehidupan serta fitnah kematian.

Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi kita dari segala macam fitnah, baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menunjukkan pintu-pintu kebaikan, sehingga kita bisa mengikutinya, dan Dia menunjukkan kepada kita pintu kejelekan, sehingga kita bisa menjauhinya.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ آمِنَّا فِيْ أَوْطَانِنَا، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلاَةَ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلْ وِلاَيَتَنَا فِيْ مَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Sumber: Majalah As-Sunnah Edisi 12 Tahun ke-7 1424/ 2004 dengan beberapa penyuntingan seperlunya oleh redaksi www.khotbahjumat.com
Artikel www.khotbahjumat.com

Baca selengkapnya: http://khotbahjumat.com/fitnah-akhir-zaman/#ixzz1zkBoHrAr